CINTA SEHANGAT ES ( All about you ) part 1



     Entah sejak kapan aku mulai mengaguminya , aku mulai memperhatikan gerak geriknya dan aku mulai merasakan perasaan yang berbeda saat sebuah senyuman mungil mengembang dibibirnya.

IKDAN DWI PUTRA seorang adam yang hadir ditengah-tengah kehidupan remajaku, masa transisi org-org sering menyebutnya, entah karena itu adalah masa dimana seseorg berubah mnjadi lebih dewasa ataukah yang lainnya. Yang sangat jelas aku menikmati masa ini yaitu masa dimana aku mendapat teman-teman baru berbeda wilayah dengan tempat tinggalku.

Hari ini hari pertama MOS (masa Orientasi Sekolah), yaitu saat kami akan beradabtasi dengan lingkungan baru dan kehidupan baru tentunya. Berbekal semangat pagi yang begitu membara aku melangkahkan kaki pertamaku disebuah sekolah yang katakanlah mendapat gelar akreditasi A diwilayah ini. Tak hentinya aku tersenyum entah siapa yang aku berikan senyum. Yang jelas aku sanagt sangat gembira hari ini. Aku berjalan menuju kelasku yang sudah ditentukan 1A. Aku masuk dengan beraninya dan duduk dibarisan paling depan bersama siswi lain yang berbeda sekolah tentunya . Oh ya namaku DELIA APRIANI PERMANA teman-temanku sering memanggilku dengan sebutan ADEL. Sebenarnya aku bukan wanita yang cerdas bisa masuk sekolah ternama seperti ini , namun karena kemauanku yang keras lah aku bisa masuk sekolah yang aku dambakan ini. Untung kemauanku ditunjang dengan ekonomi yang lumayan. Serta mendapatkan dukungan penuh dan suport yang maximal dari seluruh anggota keluargaku.
      Hari pertama dilewati dengan lancar,dengan papan nama segede abreg ini aku harus nulis persyaratan yang harus dibawa dikemudian hari. Dan kalian tau persyaratan itu ? SEPASANG SEMUT , ''hah ?'' aku panik , dimana nyari semut ? Semut kan susah ngambilnya ? Gimana kalo dia mati duluan sebelum dibawa ke sekolah ? Mana harus sepasang lagi ? Gimana bedain antara jantan sama betinanya coba ? Arrggg berbagai pertanyaan itu muncul dibenaku. Lucu iya tapi bingung juga enggak kalah heboh. Tapi untungnya aku punya kakek yang super duper baik yang mau bantuin aku cari persyaratan buat MOS besok. Sepasang semut kudapatkan,dengan gembira keesokan harinya aku berangkat ke sekolah tak lpa membawa persyaratan yang lainnya yang tak kalah heboh. MOS hari kedua pun dimulai. Saat dikelas aku memperhatikan teman-teman baruku itu,ada yang sedang mengobrol,makan dan ada pula yang sedang asyik kenalan dengan teman lainnya. Disudut kanan aku melihat seorang anak laki-laki sedang mengobrol dengan teman lainnya dan bisa aku pastikan mereka berbeda sekolah. IKDAN DWI PUTRA tertulis jelas nama itu didadanya. Dia berbeda dari yang lain,kayaknya lebih kalem.


Hari terakhir MOS pun tiba,dan ini artinya pembagian kelas yang sebenarnya dimulai. Ko ada rasa takut yah saat pengumuman itu berlangsung,malas rasanya mendengar pengumuman , kenapa enggak sekelas aja sama orang-orang ini kan lebih simpel enggak harus membagi-baginya lagi, akupun semakin cemas ketika teman-temanku mulai terpanggil. Aaah ko aku enggak yah ? Aku sedih hampir saja aku menangis tapi kuurungkan niatku ketika namaku dipanggil dan terdengar jelas ditelingaku DELIA APRIANI PERMANA dikelas 1D,akupun langsung mengambil tas dan bergegas ke barisan kelas 1D. Enggak nyangkanya lagi aku sekelas kembali dengan Putri Maulidah yang tak lain adalah teman seperjuanganku selama seminggu ini. Aku senang banget. Setibanya dirumah aku langsung menceritakan ini kepada bunda, bunda hanya tersenyum mendengarkan ceritaku.
     Hari pertama sekolah (yeeee) . Dimulai dengan upacara senin pagi yang rutin dilakukan sekolah ini. Waaw sekolah yang disiplin tinggi :). Setelah upacara aku memasuki kelas 1D. Aku menemui beberapa wajah yang tidak asing lagi untukku. Ternyata aku satu kelas lagi sama mereka  dan dipojok sana aku melihat cowo itu , Ikdan Ikdan yang pendiam dan kalem.
       Kesan pertama berteman dengan dia seru, entah kenapa ada rasa yang tak biasa denganku, disana aku sering menatapnya,aku mulai sering memperhatikan gerak-geriknya sampai tektekbengeknya aku perhatiin (hahah) walaaah dia cool banget ya walaupun agak cuek but aku tetap menjadi pengagum rahasianya koo :D
      kabar yang tidak enak aku dapatkan, kabar itu mengubur semua harapanku. Dia suka sama orang lain , hancuur deh semuanya, aku ngomel-ngomel sendiri dikamarku kepada Teddybearku. Aku harus MOVE ON ,harus !
     Hari-hari selanjutnya aku jalani tanpa yang namanya IKDAN DWI PUTRA . Kalaupun aku bertemu dia aku hanya tersenyum dan memalingkan pandanganku. Itupun dia boro-boro membalas senyumanku. Pokonya aku tutup hati sama yang namanya IKDAN D PUTRA !
    Sempat suatu saat aku sedang duduk didepan kelas bersama dengan keempat sahabatku,tau lah apa yang kami bicarakan saat itu , yaa tidak lain dan tidak bukan yaitu membicarakan kaum adam dikelas kami yang naudzubilah untuk diajak kompromi. Ketika sedang  asyik bergosip ria tiba-tiba aja dari arah berlawanan muncul Ikdan membawa minuman kotaknya,sontak saja anak-anak langsung terkesima melihat aura-nya tapi tidak dengan aku. Kalo aku sih ogah liatin dia , setelah ikdan berlalu mereka angkat bicara.


''ih gila Ikdan keren yah ? '' kata salah seorang temanku
''he'eh nih udahlagi anaknya pinter iya enggak'' kata salah satunya lagi dengan acungan jempol anak-anak yang lainnya tanda setuju
''percuma kalo ganteng sama pinter tapi orangnya judes kaya gitu'' omongku. Namun aku langsung mendapat 4 pasang mata memelototiku
''del kenapa sih lo ? Ko gitu banget ngomongnya ?''
''emng kenapa ? Salah yah aku ngomong,oops maaf deh. Lagian itu kan kenyataan iya enggak ?''
''loe ko jadi nyebelin gini sih DEL ? Lo idup udah berapa lama ? Itu namanya COOL adel !''
''what COOL ? Gak salah ? Heloow yang cool tuh enggak judes kaya gitu''
''lo kenapa sih ? Ada masalah apa sama Ikdan ?'' Kata temanku yang satunyaa
''wahwahwah gua curiga,jangan-jangan lo suka yah sama Ikdan ?''
''iuuh enggaklah, gue gak suka COWO KAYA DIA'' akupun bangkit dan kembali ke kelas meninggalkan keempat sahabatku itu. Ada rasa kesal sama mereka, jelas saja mereka lebih belain cowo jutek itu ketimbang aku yang sahabatnya. Gilaaaaaaaaaaa
''eh kar,gue curiga deh sama adel,jangan-jangan yang dikatain loly bener deh ?''
''yang mana sell?''
''ituloh yang bilang adel suka sama Ikdan''
''iya juga sih,kalo enggak kenapa dia marah kaya gitu coba''
''udah yuu kita ke kelas,kasian adel sndirian disana''
Mereka berempat pun berjalan beriringan menuju kelas..
_____
Dear Diary
Pengen rasanya aku nimpuk seseorang menggunakan sepatuku ini , melihat dia meringis kesakitan dan beraduh-aduh cukup bisa mengobati kekesalanku hari ini. Dan kau tau org itu siapa ? PANGERAN yang telah kupecat dari hatiku. Namanya akan selalu tertera dalam buku catatan Drop Out yang hatiku miliki , IKDAN DWI PUTRA --> Black List
Cowo yang dikatakan COOL oleh teman-temanku tak lebih baik dari musuhku sendiri . Sikap dia yang dingin menjadikan semua orang yang kenal dengannya serasa hidup di kutub dan perlahan mati. Kadang aku bingung,kenapa dia bisa bersikap berlebihan seperti itu dan terlebih lagi pujian dari kaum hawa selalu saja mengalir untuknya , apa sih kelebihannya hingga membuat dia begitu dikagumi ? Soal teman-temanku tadi pagi jelas saja aku marah , kenapa enggak coba mereka lebih belain dia cowo ES itu ketimbang aku yg sahabatnya. :'(
_______


saat aku sedang menulis diary ,aku merasa ada yang aneh , benar saja karena pada saat itu tiba-tiba dua buah tangan mendekat dan merampas catatan kecil itu dari tanganku. Sontak saja aku kaget dan langsung berteriak tidak karuan,tau lah bagaimana seorg cewe apabila salah satu barang yang dianggap pentingnya diambil..
''apaan nih ? Curhatan yah ? Haha''
''masih jaman yah nulis diary kaya gini ? Heloow ini tuh 2014, pake tablet dong''
''iih lo apa-apaan sih ? Inikan privasi dan berhak dong lo ngambil dan ngerampas itu dari gue !''
''udah Ren bacain aja''
''nih ya gue bacain......................''
Aku cuman bisa menunduk mau ketika mereka membacakannya , mati aku kalo misalnya teman-teman sekelas tau bahwa catatan itu aku buat untuk IKDAN !
''haha lo suka sama ikdan yah ? Pake nama kesayangan segala lagi COWO ES''
''lo semua KETERLALUAN tau gak !! '' akupun marah
Tapi tiba-tiba tokoh yang aku ceritakan mendekat dan mengambil catatan itu dari tangan Rendra dan Bayu, dia membacanya secara langsung . Tanpa ekspresi dia mengembalikannya ke tanganku,sambil berkata ''pernahkah aku menyakitimu?'' aku hanya bisa diam bercampur malu dan kesal. Akupun pergi dari tempat itu.


UKS , 11.32
Aku menangis meluapkan kekesalanku , aku malu aku kesal aku marah aku.. Aku tak tau lagi apa yang harus aku lakukan , apa yang harus aku jelaskan pada semua temanku dikelas terlebih apa yang harus aku lakukan terhadap Ikdan . Aku menangis sejadi-jadinya ,hanya aku ,yaa hanya ada aku sendiri disini.
Tapi tiba-tiba sebuah tangan menyodorkan sapu tangan ,aku berhenti menangis dan melihat seseorg itu disampingku , tepat disebelahku >,<

''pake aja itu baru ko,gue belom sempet make sapu tangan itu. Itu sapu tangan pemberian dari nyokap''
~siapa yang nanya ,pikirku dalam hati
''lo mau apa kesini ? Lo juga mau ejek gue ? Lo juga belom puas nyakitin gue . Gue emang salah udah jelek-jelekin lo,tapi lo harus percaya sama gue, gue gak sedikitpun punya niat buat jelekin lo dihadapan anak-anak yang lain. Gue nulis itu karena gue kesel sama sikap lo,sikap dingin lo,sikap acuh lo . Gue ngerasa lo gak pernah ngehargain kita sebagai temen lo , lo gak pernah buka pintu buat kita masuk ke dunia lo , lo tertutup ! Saking tertutupnya lo enggak tau kan berapa orang yang tersakiti karena lo '' air mata itu mengalir dari mataku,menetes dan membanjiri wajahku.
'' siapa orang yang tersakiti sama gue ? Elo orgnya ? Kalo gitu gue minta maaf''
~segampang itukah kata maaf keluar dari mulutnya tanpa sedikitpun berpikir apa yang harus dilakukan bila kata maaf itu tlah ia ucapkan.

''kalo kamu pikir aku yang tersakiti kamu salah ! Aku bukan FANS kamu,jadi jangan pernah berpikir aku kenapa-kenapa liat sikap kamu ! '' aku bangkit dan berlari meninggalkan ikdan sndiri diUKS .

Malamnya aku tak bisa tidur , entah kenapa aku terpikir perkataanku tadi siang kepada Ikdan , apa aku terlalu keras yah sama dia ? Diakan enggak salah apa-apa, hanya karena aku suka dia dan dia suka orang lain apa itu salah dia ? Dia kan juga punya hak untuk suka sama orang lain , lagian siapa aku ? Hey ADEL inget dia tuh BUKAN SIAPA-SIAPA kamu . Aku berperang dengan batinku sndiri ,
''aaarrrrgghh apa-apaan sih ? Sadar adel sadar'' sembari menepuk-nepuk kedua pipiku.
Tapi selang beberapa saat kemudian HPnya berdering, tanda SMS masuk. Diambilnya HPnya itu dari meja riasnya dan perlahan dibuka , sms yang singkat entah siapa pengirimnya , aku membalas smsnya dan menanyakan siapa dirinya . Setelah beberapa saat menunggu akhirnya balasan dari si dia pengiring tak dikenal itu muncul. Dia hanya menyebut 'S' . Aku bengong apa maksudnya sms ini dan apa arti dari es itu ?
Kubiarkan otaku berpikir dengan keras.
''jangan-jangan ini salah sambung dan org ini lagi belajar ngetik sms , aah mana mungkin sih ?''
aku jadi teringat sesuatu , bukankah S itu dibacanya ''ES'' kan apa jangan-jangan IKdan ? Aah masa sih Ikdan ? Mana berani dia sms kaya gini, mungkin ini hanya akal-akalan kedua kecooa itu uh awas aja kalo aku ketemu kecoa-kecoa itu , aku basmi mereka . Omelku
Belum sempat aku balas sms daru pengirim itu sudah ada lagi sms yang masuk masih dari nomer yang sama kali ini lebih panjang dari sms pertama yang isinya adalah permintaan maaf, ada nama pengirimnya dicantumkan dan benar saja yang mengirim adalah Ikdan,aaah mimpi apa aku semalam :) Ikdan sms akuu , yeeeess :p
      Hari-hari selanjutnya dilewati dengan penuh senyuman , senyuman sedingin es yang membuat dunia terasa hangat dan bersahabat. Entah dari mana mulainya ini semua terjadi . Yang jelas aku menikmati keadaan ini. Keadaan dimana aku dapat melihatnya dengan nyata bukan dalam sebuah khayalan lagi terlebih dalam sebuah drama musikal.

**pagi-pagi
seperti biasalah aku bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah tapi sebelum itu terdengar bunyi HP berdering . Siapa sih pikirku . Enggak ada kerjaan banget nelpon pagi-pagi gini. Akupun bergegas menaiki tangga dan membuka pintu kamar yang bertuliskan "MICKEY MINNIE MOUSE" .

"haloo.. Siapa ya ?" terdengar suara serak-serak darii sebrang sana.
"haloo Del , ini aku Ikdan"
what ? Ikdan ? WOW WOW WOW pangeran es telpon pagi-pagi gini ada apa ?
"ooh kamu Dan , ada apa , ko tumben banget pagi-pagi udh telpon kaya gini" tak sadar mukaku memerah.
"ooh itu,maaf sebelumnya ganggu . Tapi apa kamu gak kasian sama aku"
"apa ? Kasian ? Maksud kamu apaan sih ?"
"iya kasian , aku udh didepan rumah kamu beberapa menit ini berdiri pula"
"what depan rumah ?" akupun buru-buru membuka jendela yang kebetulan memang menuju ke halaman depan
"bentar-bentar yah ak bukain pintu" telpon aku matikan. Aku bergegas menuruni tangga dan membukakan pintu untuk Ikdan. Benar saja dia kini berdiri dihadapanku lengkap dengan seragam sekolahnya.
"ko enggak bilang-bilang sih mau kerumah"
"kalo bilang takutnya enggak dibolehin"
"yaelah kamu kaya ke siapa aja. Oya ada apa Dan ko tumben ?"
"aku mau ngajakin berangkat skolah bareng , gmna mau ?" memang rumah kami searah dan terletak di komplek yang sama juga . Hanya terhalang oleh 3 rumah aku bisa meliat rumahnya yang minimalis namun terkesan mewah
"emm , masuk dulu deh aku ngambil tas dulu ya"
"aku tunggu disini aja"
"okedeh" ucapku sambil berlari kedalam rumah

pagi ini bakal menjadi pagi yang indah karena aku ditemani oleh org yang sudah lama aku kagumi.
Sepanjang jalan dia terkesan cuek , jarang ngomong dan hanya memandang lurus ke depan , sedangkan aku harus melebarkan langkahku agar aku bisa sejajar berjalan dengannya . Curi-curi pandang kegiatanku sekarang . Melihat wajah yang dingin namun bersahabat. Wajah yang jutek namaun perhatian semakin menambah nilai "plus" ku padanya . Anggapan dia adalah COWO ES sirna sudah entah kenapa , sekarang dia adalah COWO terbaik yang pernah aku kenal. Dia berhenti aku buru-buru berhenti juga . Tepat dihalte bus . Hah naek buss ? Enggak naik taxi ? Mampuus

"Dan ? Ngapain ya kita disini"
"o'on nyetop bus lah masa sepeda"
"maksudmu kita berangkat naik Bus dan berdesak-desakan dengan yang lain?"
"gak usah lebay lagi , enggak segitunya juga kali, entar kamu juga bakal rasain ko"
"tapi kan sumpek banget"
"kelihatannya,tapi itu semua terbayar sama apa yang kita lihat, tuh busnya udah datang,yuu" sembari meraih tanganku dan mengajakku naik ke bus yang sudah mulai dipadati oleh orang-orang yang hendak berangkat bekerja . Tangan yang lembut membuatku melayang.

Hari ini aku melihat sisi lain dari dia. Sosok yang dingin menurutku kini telah berubah. Dia layaknya mentari yang menghangatkan pagii. Dia lebih bersahabat dengan kami,teman sekelasnya. Dan dia tersenyum. Ya.. Senyuman sedingin es itu yg telah melumpuhkan hatiku. Aku benar-benar menyukainya.
"Dan. Makasih ya.. Perjalanan tadi menyenangkan. Walau panas sih" disela-sela jam istirahat.
"Jangan bilang kalau ini kali pertama kamu naik bus del" tanyanya curiga
Iya tepat sekali dugaan Ikdan. Aku memang pertama kalinya naik bus dan ini diawali bersama ikdan. Memang sejak kecil aku tidak diperbolehkan untuk naik bus oleh bunda. Bunda takut aku kenapa-napa katanya. Dibus banyak tindakan kriminal yang terjadi hingga mungkin pembunuhan,bisa saja kan. Karena itulah bunda melarang keras aku untuk naik bus hingga saat ini. Namun tidak untuk skarang. Entah aku harus bilang sama bunda atau tidak kalau hari ini anaknya diajak naik bus. Aku takut bunda maraah dan ikut memarahi ikdan pula karena anaknya dibawa ke zona yang tidak aman menurutnya. Namun tidak ada salahnya juga belajar mandiri berangkat naik bus kan ketimbang harus bayar ongkos taksi yang mahal dan semua ini berkat Ikdan. Thanks dan..

Chapter2
       Sudah setahun berlalu sejak pertama kali aku melihatnya. Kami kini telah kelas XI aku mengambil jurusan IPA sama halnya dengan ikdan. Namun kelas kami berbeda. Aku 2IPA dan ikdan tepat menjadi tetanggaku 1IPA. Meskipun kelas kami berbeda namun hubungan kami masih berjalan baik. Kami masih sering berangkat dan pulang bareng karena notabene rumah kamipun berdekatan. Hanya terhalang beberapa rumah. Ikdan kini jauh berbeda dengan yang pertama kali aku lihat. Dia kini lebih dewasa dan lebih bersahabat tentunya. Dia lebih terbuka terhadapku. Setiap masalah yang aku ataupun ikdan alami selalu kami pecahkan bersama. Hingga masalah yang menyangkut dengan hatipun kami tidak sungkan untuk membicarakannya. Dia lebih sering berkunjung ke rumahku dan menonton pertandingan bola dengan mas  Aji , kakakku. Hingga larut malam dan akhirnya dia bermalam dirumahku. Ayah bundapun sudah menganggapnya sebagai anak sendiri. Kayaknya mereka lebih menyayangi ikdan ketimbang aku yang anak kandungnya. Terbukti jika mereka pulang  dari luar kota pasti mereka selalu memberikan oleh2 untuk Ikdan ketimbang aku. Biarlah kubagi kebahagiaan ini. Toh Ikdan juga salah satu org yang sangat aku sayangi. Dan  Seiring berjalannya waktu rasa sayang inipun semakin besar terhadap ikdan. Namun aku tak mempunyai cukup keberanian untuk mengungkapkannya pada ikdan. Meskipun sudah banyak kejadian wanita mengungkapkannya terlebih dulu. Namun  Aku takut jika aku mengatakannya ikdan akan berubah sikap terhadapku dan tidak mau lagi berteman denganku. Biarlah hanya aku yang merasakan dan menyimpan rasa itu sendiri.
"Woy non serius amat" terdengar suara yg tak asing ditelingaku.
"Ikdan. Sejak kapan kamu disini ? Ko enggak bilang mau dateng. Dan apa-apaan datang ke kamar orang enggak ketuk pintu dulu ?" Dia kini duduk disisi tempat tidurku menghadap kearah jendela. Dan tersenyum. Senyuman itu lagi dan membuatku dagdigdug tak karuan.
"Ko malah senyuum sih bukannya jawab pertanyaan aku Dan"
"Kamu lagi apa sih sebenernya ?" Tanya Ikdan
"Ko malah balik nanya sih kamu ?"
"Abisnya aku klaksonin dari tadi kamu enggak bukain pintu buat aku malah bunda kamu yang bukain pintu buat aku" cerocosnya. Memang sejak kami dekat. Aku baru tau kalau dia secerewet ini. Bahkan bisa lebih cerewet dari pegawai salon langganan bunda yang aduhay cucooknya.
"Hehehe. Kamu sih enggak bilang dulu mau dateng kesini. Aku lagi nonton Drama Korea" sambil nyengir.
"Bunda tau ?" Tanya nya
"Enggak"
"Oh pantesan yah"
"Duh Dan tolongin aku dong jangan bilang2 sama bunda yah aku nonton drama korea, kamu tau sendiri kan bunda gimana "
"Kalo aku kasih tau gimana ?" Senyuum evilnya keluar
Akupun mendekati ikdan dan langsung mencubit pinggangnya diapun langsung blingsatan kaya cacing kepanasan guling2 dikasurku. Cubitankulah yang selalu membuat Ikdan bertekuk lutut menuruti mauku.
"Belom puas ? Mau tambah lagi ? Mau bilang bunda ?"
" Aawww iya iya ampun. Segitu aja kamu maraah del. Sensi amat jadi cewek" masih dengan muka manyun.
"Abisnya kamu gitu sih" sambil menjatuhkan badanku disebelahnya. Ikdan pun merapikan posisi dan duduk tepat bersebelahan dengan aku.
"Maaf del. Kan cuman bercanda. Janji deh enggak ngulangin lagi" ikdan mengodorkan jari kelingkingnya didepan ku. Memintaku untuk mengaitkan jari kelingkingku di jarinya sebagai tanda bahwa kami telah berbaikan dan ikdan janji tidak akan mengulanginya lagi. Akupun mengikuti ikdan. Aku kaitkan jari kelingkingku di jarinya. Diapun tersenyum. Lagi lagi senyuman itu. Hatiku dagdigdug tak karuan. Entah ikdan mengetahuinya atau tidak. Yang jelas aku selalu tersihir oleh senyumannya tadi.

"Del turun sayang ajak ikdan juga bunda udah buatin bronis kesukaan ikdan" teriak bunda dari luar

"Tuh bunda udah buat bronis buat kamu. Aku heran siapa sih yang sebenarnya anak dia. Kenapa bunda selalu buat bronis coba ketimbang tar"
"Hahaaha kamu cemburu yah gara2 bunda pilih kasih" sambil mendekatkan mukanya depan mukaku "makanya jadi anak yang baik dong" godanya
"Siapa bilang cemburu enggak ko. Ambil aja sanah ambil gih ambil bundaku. Aku gpp ko ga punya bunda juga"
"Huss gaboleh gitu dong. Kamu juga gak bakalan ada kalo enggak ada bunda. Ayolah kita turun kasian bunda" mengambil tanganku dan menariku keluar.

*
"Cie cie yang pacaran mesra banget" seru mas Aji jail.
"Apasih mas Aji ngomongnya ngelantur aja" aku mendekati meja makan yang telah tersedia seloyang bronis.
"Kalo kita pacaran mas Aji setuju gak ? " Sambil cekikikan ikdan menggodaku
"Udah ah udah kalian berdua emng yah. Mentang2 aku cewek sndiri disini kalian seenaknya ngebuli aku" mukaku memerah aku memukuli mas Aji dan Ikdan secara bergantian untuk menyembunyikan rasa maluku. Andai semua itu benar2 terjadi. Pasti kami akan menjadi pasangan yang paling serasi (khayalku)  "aku bilangin bunda nih. Buuundaaa bundaaaa masa aku dibuli terus sama kedua cowo aneh ini sih bundaaaa belain aku dong bunda" teriaku
"Hahaa ade cengeng dasar,sukanya ngadu terus sama bunda" sambil mengacak-ngacak rambut ku
"Ahh mas ini apa sih maunya" sambil menghentikan tangan mas Aji yang terus mengacak2 rambutku.
"Udahan ah udahan. Mas aku udah laper nih. Bolehkan aku nyomot bronisnya ? " kata ikdan disela-sela pertengkaranku dengan Mas Aji.

Ikdan dengan lahapnya menghabiskan bronis yang ada dipiringnya. Dia memang menyukai bronis. Dia malah minta nambah ke bunda. Dan bunda selalu senang jika melihat bronisnya dihabiskan. Apalagi melihat cara makannya yang begitu lahap seperti org yang sudah seminggu tidak makan. Aku memang kurang menyukai bronis. Aku lebih menyukai tar. Tapi karena dominan dirumah menyukai bronis plus ikdan juga, makanya sering sekali  bunda buat bronis ketimbang tar. Aku memang harus mengalah. 

Bersambung...

Komentar