Entah sejak kapan aku mulai mengaguminya ,
aku mulai memperhatikan gerak geriknya dan aku mulai merasakan perasaan yang
berbeda saat sebuah senyuman mungil mengembang dibibirnya.
IKDAN DWI PUTRA
seorang adam yang hadir ditengah-tengah kehidupan remajaku, masa transisi
org-org sering menyebutnya, entah karena itu adalah masa dimana seseorg berubah
mnjadi lebih dewasa ataukah yang lainnya. Yang sangat jelas aku menikmati masa
ini yaitu masa dimana aku mendapat teman-teman baru berbeda wilayah dengan tempat
tinggalku.
Hari ini hari pertama
MOS (masa Orientasi Sekolah), yaitu saat kami akan beradabtasi dengan
lingkungan baru dan kehidupan baru tentunya. Berbekal semangat pagi yang begitu
membara aku melangkahkan kaki pertamaku disebuah sekolah yang katakanlah
mendapat gelar akreditasi A diwilayah ini. Tak hentinya aku tersenyum entah
siapa yang aku berikan senyum. Yang jelas aku sanagt sangat gembira hari ini.
Aku berjalan menuju kelasku yang sudah ditentukan 1A. Aku masuk dengan
beraninya dan duduk dibarisan paling depan bersama siswi lain yang berbeda
sekolah tentunya . Oh ya namaku DELIA APRIANI PERMANA teman-temanku sering
memanggilku dengan sebutan ADEL. Sebenarnya aku bukan wanita yang cerdas bisa
masuk sekolah ternama seperti ini , namun karena kemauanku yang keras lah aku
bisa masuk sekolah yang aku dambakan ini. Untung kemauanku ditunjang dengan
ekonomi yang lumayan. Serta mendapatkan dukungan penuh dan suport yang maximal
dari seluruh anggota keluargaku.
Hari pertama dilewati dengan lancar,dengan
papan nama segede abreg ini aku harus nulis persyaratan yang harus dibawa
dikemudian hari. Dan kalian tau persyaratan itu ? SEPASANG SEMUT , ''hah ?''
aku panik , dimana nyari semut ? Semut kan susah ngambilnya ? Gimana kalo dia
mati duluan sebelum dibawa ke sekolah ? Mana harus sepasang lagi ? Gimana
bedain antara jantan sama betinanya coba ? Arrggg berbagai pertanyaan itu
muncul dibenaku. Lucu iya tapi bingung juga enggak kalah heboh. Tapi untungnya
aku punya kakek yang super duper baik yang mau bantuin aku cari persyaratan
buat MOS besok. Sepasang semut kudapatkan,dengan gembira keesokan harinya aku
berangkat ke sekolah tak lpa membawa persyaratan yang lainnya yang tak kalah
heboh. MOS hari kedua pun dimulai. Saat dikelas aku memperhatikan teman-teman
baruku itu,ada yang sedang mengobrol,makan dan ada pula yang sedang asyik
kenalan dengan teman lainnya. Disudut kanan aku melihat seorang anak laki-laki
sedang mengobrol dengan teman lainnya dan bisa aku pastikan mereka berbeda
sekolah. IKDAN DWI PUTRA tertulis jelas nama itu didadanya. Dia berbeda dari
yang lain,kayaknya lebih kalem.
Hari terakhir MOS pun
tiba,dan ini artinya pembagian kelas yang sebenarnya dimulai. Ko ada rasa takut
yah saat pengumuman itu berlangsung,malas rasanya mendengar pengumuman , kenapa
enggak sekelas aja sama orang-orang ini kan lebih simpel enggak harus
membagi-baginya lagi, akupun semakin cemas ketika teman-temanku mulai
terpanggil. Aaah ko aku enggak yah ? Aku sedih hampir saja aku menangis tapi
kuurungkan niatku ketika namaku dipanggil dan terdengar jelas ditelingaku DELIA
APRIANI PERMANA dikelas 1D,akupun langsung mengambil tas dan bergegas ke
barisan kelas 1D. Enggak nyangkanya lagi aku sekelas kembali dengan Putri
Maulidah yang tak lain adalah teman seperjuanganku selama seminggu ini. Aku
senang banget. Setibanya dirumah aku langsung menceritakan ini kepada bunda,
bunda hanya tersenyum mendengarkan ceritaku.
Hari pertama sekolah (yeeee) . Dimulai
dengan upacara senin pagi yang rutin dilakukan sekolah ini. Waaw sekolah yang
disiplin tinggi :). Setelah upacara aku memasuki kelas 1D. Aku menemui beberapa
wajah yang tidak asing lagi untukku. Ternyata aku satu kelas lagi sama
mereka dan dipojok sana aku melihat cowo
itu , Ikdan Ikdan yang pendiam dan kalem.
Kesan pertama berteman dengan dia seru,
entah kenapa ada rasa yang tak biasa denganku, disana aku sering menatapnya,aku
mulai sering memperhatikan gerak-geriknya sampai tektekbengeknya aku perhatiin
(hahah) walaaah dia cool banget ya walaupun agak cuek but aku tetap menjadi
pengagum rahasianya koo :D
kabar yang tidak enak aku dapatkan, kabar
itu mengubur semua harapanku. Dia suka sama orang lain , hancuur deh semuanya,
aku ngomel-ngomel sendiri dikamarku kepada Teddybearku. Aku harus MOVE ON
,harus !
Hari-hari selanjutnya aku jalani tanpa
yang namanya IKDAN DWI PUTRA . Kalaupun aku bertemu dia aku hanya tersenyum dan
memalingkan pandanganku. Itupun dia boro-boro membalas senyumanku. Pokonya aku
tutup hati sama yang namanya IKDAN D PUTRA !
Sempat suatu saat aku sedang duduk didepan
kelas bersama dengan keempat sahabatku,tau lah apa yang kami bicarakan saat itu
, yaa tidak lain dan tidak bukan yaitu membicarakan kaum adam dikelas kami yang
naudzubilah untuk diajak kompromi. Ketika sedang asyik bergosip ria tiba-tiba aja dari arah
berlawanan muncul Ikdan membawa minuman kotaknya,sontak saja anak-anak langsung
terkesima melihat aura-nya tapi tidak dengan aku. Kalo aku sih ogah liatin dia
, setelah ikdan berlalu mereka angkat bicara.
''ih gila Ikdan keren
yah ? '' kata salah seorang temanku
''he'eh nih udahlagi
anaknya pinter iya enggak'' kata salah satunya lagi dengan acungan jempol
anak-anak yang lainnya tanda setuju
''percuma kalo
ganteng sama pinter tapi orangnya judes kaya gitu'' omongku. Namun aku langsung
mendapat 4 pasang mata memelototiku
''del kenapa sih lo ?
Ko gitu banget ngomongnya ?''
''emng kenapa ? Salah
yah aku ngomong,oops maaf deh. Lagian itu kan kenyataan iya enggak ?''
''loe ko jadi
nyebelin gini sih DEL ? Lo idup udah berapa lama ? Itu namanya COOL adel !''
''what COOL ? Gak
salah ? Heloow yang cool tuh enggak judes kaya gitu''
''lo kenapa sih ? Ada
masalah apa sama Ikdan ?'' Kata temanku yang satunyaa
''wahwahwah gua
curiga,jangan-jangan lo suka yah sama Ikdan ?''
''iuuh enggaklah, gue
gak suka COWO KAYA DIA'' akupun bangkit dan kembali ke kelas meninggalkan
keempat sahabatku itu. Ada rasa kesal sama mereka, jelas saja mereka lebih
belain cowo jutek itu ketimbang aku yang sahabatnya. Gilaaaaaaaaaaa
''eh kar,gue curiga
deh sama adel,jangan-jangan yang dikatain loly bener deh ?''
''yang mana sell?''
''ituloh yang bilang
adel suka sama Ikdan''
''iya juga sih,kalo
enggak kenapa dia marah kaya gitu coba''
''udah yuu kita ke
kelas,kasian adel sndirian disana''
Mereka berempat pun
berjalan beriringan menuju kelas..
_____
Dear Diary
Pengen rasanya aku
nimpuk seseorang menggunakan sepatuku ini , melihat dia meringis kesakitan dan
beraduh-aduh cukup bisa mengobati kekesalanku hari ini. Dan kau tau org itu
siapa ? PANGERAN yang telah kupecat dari hatiku. Namanya akan selalu tertera
dalam buku catatan Drop Out yang hatiku miliki , IKDAN DWI PUTRA --> Black
List
Cowo yang dikatakan
COOL oleh teman-temanku tak lebih baik dari musuhku sendiri . Sikap dia yang
dingin menjadikan semua orang yang kenal dengannya serasa hidup di kutub dan
perlahan mati. Kadang aku bingung,kenapa dia bisa bersikap berlebihan seperti
itu dan terlebih lagi pujian dari kaum hawa selalu saja mengalir untuknya , apa
sih kelebihannya hingga membuat dia begitu dikagumi ? Soal teman-temanku tadi
pagi jelas saja aku marah , kenapa enggak coba mereka lebih belain dia cowo ES
itu ketimbang aku yg sahabatnya. :'(
_______
saat aku sedang
menulis diary ,aku merasa ada yang aneh , benar saja karena pada saat itu
tiba-tiba dua buah tangan mendekat dan merampas catatan kecil itu dari
tanganku. Sontak saja aku kaget dan langsung berteriak tidak karuan,tau lah
bagaimana seorg cewe apabila salah satu barang yang dianggap pentingnya
diambil..
''apaan nih ?
Curhatan yah ? Haha''
''masih jaman yah
nulis diary kaya gini ? Heloow ini tuh 2014, pake tablet dong''
''iih lo apa-apaan
sih ? Inikan privasi dan berhak dong lo ngambil dan ngerampas itu dari gue !''
''udah Ren bacain
aja''
''nih ya gue
bacain......................''
Aku cuman bisa
menunduk mau ketika mereka membacakannya , mati aku kalo misalnya teman-teman
sekelas tau bahwa catatan itu aku buat untuk IKDAN !
''haha lo suka sama
ikdan yah ? Pake nama kesayangan segala lagi COWO ES''
''lo semua
KETERLALUAN tau gak !! '' akupun marah
Tapi tiba-tiba tokoh
yang aku ceritakan mendekat dan mengambil catatan itu dari tangan Rendra dan
Bayu, dia membacanya secara langsung . Tanpa ekspresi dia mengembalikannya ke
tanganku,sambil berkata ''pernahkah aku menyakitimu?'' aku hanya bisa diam
bercampur malu dan kesal. Akupun pergi dari tempat itu.
UKS , 11.32
Aku menangis
meluapkan kekesalanku , aku malu aku kesal aku marah aku.. Aku tak tau lagi apa
yang harus aku lakukan , apa yang harus aku jelaskan pada semua temanku dikelas
terlebih apa yang harus aku lakukan terhadap Ikdan . Aku menangis
sejadi-jadinya ,hanya aku ,yaa hanya ada aku sendiri disini.
Tapi tiba-tiba sebuah
tangan menyodorkan sapu tangan ,aku berhenti menangis dan melihat seseorg itu
disampingku , tepat disebelahku >,<
''pake aja itu baru
ko,gue belom sempet make sapu tangan itu. Itu sapu tangan pemberian dari
nyokap''
~siapa yang nanya
,pikirku dalam hati
''lo mau apa kesini ?
Lo juga mau ejek gue ? Lo juga belom puas nyakitin gue . Gue emang salah udah
jelek-jelekin lo,tapi lo harus percaya sama gue, gue gak sedikitpun punya niat
buat jelekin lo dihadapan anak-anak yang lain. Gue nulis itu karena gue kesel
sama sikap lo,sikap dingin lo,sikap acuh lo . Gue ngerasa lo gak pernah
ngehargain kita sebagai temen lo , lo gak pernah buka pintu buat kita masuk ke
dunia lo , lo tertutup ! Saking tertutupnya lo enggak tau kan berapa orang yang
tersakiti karena lo '' air mata itu mengalir dari mataku,menetes dan membanjiri
wajahku.
'' siapa orang yang
tersakiti sama gue ? Elo orgnya ? Kalo gitu gue minta maaf''
~segampang itukah
kata maaf keluar dari mulutnya tanpa sedikitpun berpikir apa yang harus
dilakukan bila kata maaf itu tlah ia ucapkan.
''kalo kamu pikir aku
yang tersakiti kamu salah ! Aku bukan FANS kamu,jadi jangan pernah berpikir aku
kenapa-kenapa liat sikap kamu ! '' aku bangkit dan berlari meninggalkan ikdan
sndiri diUKS .
Malamnya aku tak bisa
tidur , entah kenapa aku terpikir perkataanku tadi siang kepada Ikdan , apa aku
terlalu keras yah sama dia ? Diakan enggak salah apa-apa, hanya karena aku suka
dia dan dia suka orang lain apa itu salah dia ? Dia kan juga punya hak untuk
suka sama orang lain , lagian siapa aku ? Hey ADEL inget dia tuh BUKAN
SIAPA-SIAPA kamu . Aku berperang dengan batinku sndiri ,
''aaarrrrgghh
apa-apaan sih ? Sadar adel sadar'' sembari menepuk-nepuk kedua pipiku.
Tapi selang beberapa
saat kemudian HPnya berdering, tanda SMS masuk. Diambilnya HPnya itu dari meja
riasnya dan perlahan dibuka , sms yang singkat entah siapa pengirimnya , aku
membalas smsnya dan menanyakan siapa dirinya . Setelah beberapa saat menunggu
akhirnya balasan dari si dia pengiring tak dikenal itu muncul. Dia hanya
menyebut 'S' . Aku bengong apa maksudnya sms ini dan apa arti dari es itu ?
Kubiarkan otaku
berpikir dengan keras.
''jangan-jangan ini
salah sambung dan org ini lagi belajar ngetik sms , aah mana mungkin sih ?''
aku jadi teringat
sesuatu , bukankah S itu dibacanya ''ES'' kan apa jangan-jangan IKdan ? Aah
masa sih Ikdan ? Mana berani dia sms kaya gini, mungkin ini hanya akal-akalan
kedua kecooa itu uh awas aja kalo aku ketemu kecoa-kecoa itu , aku basmi mereka
. Omelku
Belum sempat aku
balas sms daru pengirim itu sudah ada lagi sms yang masuk masih dari nomer yang
sama kali ini lebih panjang dari sms pertama yang isinya adalah permintaan
maaf, ada nama pengirimnya dicantumkan dan benar saja yang mengirim adalah
Ikdan,aaah mimpi apa aku semalam :) Ikdan sms akuu , yeeeess :p
Hari-hari selanjutnya dilewati dengan
penuh senyuman , senyuman sedingin es yang membuat dunia terasa hangat dan
bersahabat. Entah dari mana mulainya ini semua terjadi . Yang jelas aku
menikmati keadaan ini. Keadaan dimana aku dapat melihatnya dengan nyata bukan
dalam sebuah khayalan lagi terlebih dalam sebuah drama musikal.
**pagi-pagi
seperti biasalah aku
bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah tapi sebelum itu terdengar bunyi HP
berdering . Siapa sih pikirku . Enggak ada kerjaan banget nelpon pagi-pagi
gini. Akupun bergegas menaiki tangga dan membuka pintu kamar yang bertuliskan
"MICKEY MINNIE MOUSE" .
"haloo.. Siapa
ya ?" terdengar suara serak-serak darii sebrang sana.
"haloo Del , ini
aku Ikdan"
what ? Ikdan ? WOW
WOW WOW pangeran es telpon pagi-pagi gini ada apa ?
"ooh kamu Dan ,
ada apa , ko tumben banget pagi-pagi udh telpon kaya gini" tak sadar
mukaku memerah.
"ooh itu,maaf
sebelumnya ganggu . Tapi apa kamu gak kasian sama aku"
"apa ? Kasian ?
Maksud kamu apaan sih ?"
"iya kasian ,
aku udh didepan rumah kamu beberapa menit ini berdiri pula"
"what depan
rumah ?" akupun buru-buru membuka jendela yang kebetulan memang menuju ke
halaman depan
"bentar-bentar
yah ak bukain pintu" telpon aku matikan. Aku bergegas menuruni tangga dan
membukakan pintu untuk Ikdan. Benar saja dia kini berdiri dihadapanku lengkap
dengan seragam sekolahnya.
"ko enggak
bilang-bilang sih mau kerumah"
"kalo bilang
takutnya enggak dibolehin"
"yaelah kamu
kaya ke siapa aja. Oya ada apa Dan ko tumben ?"
"aku mau
ngajakin berangkat skolah bareng , gmna mau ?" memang rumah kami searah
dan terletak di komplek yang sama juga . Hanya terhalang oleh 3 rumah aku bisa
meliat rumahnya yang minimalis namun terkesan mewah
"emm , masuk
dulu deh aku ngambil tas dulu ya"
"aku tunggu
disini aja"
"okedeh"
ucapku sambil berlari kedalam rumah
pagi ini bakal
menjadi pagi yang indah karena aku ditemani oleh org yang sudah lama aku
kagumi.
Sepanjang jalan dia
terkesan cuek , jarang ngomong dan hanya memandang lurus ke depan , sedangkan
aku harus melebarkan langkahku agar aku bisa sejajar berjalan dengannya .
Curi-curi pandang kegiatanku sekarang . Melihat wajah yang dingin namun
bersahabat. Wajah yang jutek namaun perhatian semakin menambah nilai
"plus" ku padanya . Anggapan dia adalah COWO ES sirna sudah entah
kenapa , sekarang dia adalah COWO terbaik yang pernah aku kenal. Dia berhenti
aku buru-buru berhenti juga . Tepat dihalte bus . Hah naek buss ? Enggak naik
taxi ? Mampuus
"Dan ? Ngapain
ya kita disini"
"o'on nyetop bus
lah masa sepeda"
"maksudmu kita
berangkat naik Bus dan berdesak-desakan dengan yang lain?"
"gak usah lebay
lagi , enggak segitunya juga kali, entar kamu juga bakal rasain ko"
"tapi kan sumpek
banget"
"kelihatannya,tapi
itu semua terbayar sama apa yang kita lihat, tuh busnya udah datang,yuu"
sembari meraih tanganku dan mengajakku naik ke bus yang sudah mulai dipadati
oleh orang-orang yang hendak berangkat bekerja . Tangan yang lembut membuatku
melayang.
Hari ini aku melihat
sisi lain dari dia. Sosok yang dingin menurutku kini telah berubah. Dia
layaknya mentari yang menghangatkan pagii. Dia lebih bersahabat dengan
kami,teman sekelasnya. Dan dia tersenyum. Ya.. Senyuman sedingin es itu yg
telah melumpuhkan hatiku. Aku benar-benar menyukainya.
"Dan. Makasih
ya.. Perjalanan tadi menyenangkan. Walau panas sih" disela-sela jam
istirahat.
"Jangan bilang
kalau ini kali pertama kamu naik bus del" tanyanya curiga
Iya tepat sekali
dugaan Ikdan. Aku memang pertama kalinya naik bus dan ini diawali bersama
ikdan. Memang sejak kecil aku tidak diperbolehkan untuk naik bus oleh bunda. Bunda
takut aku kenapa-napa katanya. Dibus banyak tindakan kriminal yang terjadi
hingga mungkin pembunuhan,bisa saja kan. Karena itulah bunda melarang keras aku
untuk naik bus hingga saat ini. Namun tidak untuk skarang. Entah aku harus
bilang sama bunda atau tidak kalau hari ini anaknya diajak naik bus. Aku takut
bunda maraah dan ikut memarahi ikdan pula karena anaknya dibawa ke zona yang
tidak aman menurutnya. Namun tidak ada salahnya juga belajar mandiri berangkat
naik bus kan ketimbang harus bayar ongkos taksi yang mahal dan semua ini berkat
Ikdan. Thanks dan..
Chapter2
Sudah setahun berlalu sejak pertama kali
aku melihatnya. Kami kini telah kelas XI aku mengambil jurusan IPA sama halnya
dengan ikdan. Namun kelas kami berbeda. Aku 2IPA dan ikdan tepat menjadi
tetanggaku 1IPA. Meskipun kelas kami berbeda namun hubungan kami masih berjalan
baik. Kami masih sering berangkat dan pulang bareng karena notabene rumah
kamipun berdekatan. Hanya terhalang beberapa rumah. Ikdan kini jauh berbeda
dengan yang pertama kali aku lihat. Dia kini lebih dewasa dan lebih bersahabat
tentunya. Dia lebih terbuka terhadapku. Setiap masalah yang aku ataupun ikdan
alami selalu kami pecahkan bersama. Hingga masalah yang menyangkut dengan
hatipun kami tidak sungkan untuk membicarakannya. Dia lebih sering berkunjung
ke rumahku dan menonton pertandingan bola dengan mas Aji , kakakku. Hingga larut malam dan
akhirnya dia bermalam dirumahku. Ayah bundapun sudah menganggapnya sebagai anak
sendiri. Kayaknya mereka lebih menyayangi ikdan ketimbang aku yang anak
kandungnya. Terbukti jika mereka pulang
dari luar kota pasti mereka selalu memberikan oleh2 untuk Ikdan
ketimbang aku. Biarlah kubagi kebahagiaan ini. Toh Ikdan juga salah satu org
yang sangat aku sayangi. Dan Seiring
berjalannya waktu rasa sayang inipun semakin besar terhadap ikdan. Namun aku
tak mempunyai cukup keberanian untuk mengungkapkannya pada ikdan. Meskipun
sudah banyak kejadian wanita mengungkapkannya terlebih dulu. Namun Aku takut jika aku mengatakannya ikdan akan berubah
sikap terhadapku dan tidak mau lagi berteman denganku. Biarlah hanya aku yang
merasakan dan menyimpan rasa itu sendiri.
"Woy non serius
amat" terdengar suara yg tak asing ditelingaku.
"Ikdan. Sejak
kapan kamu disini ? Ko enggak bilang mau dateng. Dan apa-apaan datang ke kamar
orang enggak ketuk pintu dulu ?" Dia kini duduk disisi tempat tidurku
menghadap kearah jendela. Dan tersenyum. Senyuman itu lagi dan membuatku
dagdigdug tak karuan.
"Ko malah
senyuum sih bukannya jawab pertanyaan aku Dan"
"Kamu lagi apa
sih sebenernya ?" Tanya Ikdan
"Ko malah balik
nanya sih kamu ?"
"Abisnya aku
klaksonin dari tadi kamu enggak bukain pintu buat aku malah bunda kamu yang
bukain pintu buat aku" cerocosnya. Memang sejak kami dekat. Aku baru tau
kalau dia secerewet ini. Bahkan bisa lebih cerewet dari pegawai salon langganan
bunda yang aduhay cucooknya.
"Hehehe. Kamu
sih enggak bilang dulu mau dateng kesini. Aku lagi nonton Drama Korea"
sambil nyengir.
"Bunda tau
?" Tanya nya
"Enggak"
"Oh pantesan
yah"
"Duh Dan tolongin
aku dong jangan bilang2 sama bunda yah aku nonton drama korea, kamu tau sendiri
kan bunda gimana "
"Kalo aku kasih
tau gimana ?" Senyuum evilnya keluar
Akupun mendekati
ikdan dan langsung mencubit pinggangnya diapun langsung blingsatan kaya cacing kepanasan
guling2 dikasurku. Cubitankulah yang selalu membuat Ikdan bertekuk lutut
menuruti mauku.
"Belom puas ?
Mau tambah lagi ? Mau bilang bunda ?"
" Aawww iya iya
ampun. Segitu aja kamu maraah del. Sensi amat jadi cewek" masih dengan
muka manyun.
"Abisnya kamu
gitu sih" sambil menjatuhkan badanku disebelahnya. Ikdan pun merapikan
posisi dan duduk tepat bersebelahan dengan aku.
"Maaf del. Kan
cuman bercanda. Janji deh enggak ngulangin lagi" ikdan mengodorkan jari
kelingkingnya didepan ku. Memintaku untuk mengaitkan jari kelingkingku di
jarinya sebagai tanda bahwa kami telah berbaikan dan ikdan janji tidak akan
mengulanginya lagi. Akupun mengikuti ikdan. Aku kaitkan jari kelingkingku di
jarinya. Diapun tersenyum. Lagi lagi senyuman itu. Hatiku dagdigdug tak karuan.
Entah ikdan mengetahuinya atau tidak. Yang jelas aku selalu tersihir oleh
senyumannya tadi.
"Del turun
sayang ajak ikdan juga bunda udah buatin bronis kesukaan ikdan" teriak
bunda dari luar
"Tuh bunda udah
buat bronis buat kamu. Aku heran siapa sih yang sebenarnya anak dia. Kenapa
bunda selalu buat bronis coba ketimbang tar"
"Hahaaha kamu
cemburu yah gara2 bunda pilih kasih" sambil mendekatkan mukanya depan
mukaku "makanya jadi anak yang baik dong" godanya
"Siapa bilang
cemburu enggak ko. Ambil aja sanah ambil gih ambil bundaku. Aku gpp ko ga punya
bunda juga"
"Huss gaboleh
gitu dong. Kamu juga gak bakalan ada kalo enggak ada bunda. Ayolah kita turun
kasian bunda" mengambil tanganku dan menariku keluar.
*
"Cie cie yang
pacaran mesra banget" seru mas Aji jail.
"Apasih mas Aji
ngomongnya ngelantur aja" aku mendekati meja makan yang telah tersedia
seloyang bronis.
"Kalo kita
pacaran mas Aji setuju gak ? " Sambil cekikikan ikdan menggodaku
"Udah ah udah
kalian berdua emng yah. Mentang2 aku cewek sndiri disini kalian seenaknya
ngebuli aku" mukaku memerah aku memukuli mas Aji dan Ikdan secara
bergantian untuk menyembunyikan rasa maluku. Andai semua itu benar2 terjadi.
Pasti kami akan menjadi pasangan yang paling serasi (khayalku) "aku bilangin bunda nih. Buuundaaa
bundaaaa masa aku dibuli terus sama kedua cowo aneh ini sih bundaaaa belain aku
dong bunda" teriaku
"Hahaa ade
cengeng dasar,sukanya ngadu terus sama bunda" sambil mengacak-ngacak
rambut ku
"Ahh mas ini apa
sih maunya" sambil menghentikan tangan mas Aji yang terus mengacak2
rambutku.
"Udahan ah
udahan. Mas aku udah laper nih. Bolehkan aku nyomot bronisnya ? " kata
ikdan disela-sela pertengkaranku dengan Mas Aji.
Ikdan dengan lahapnya
menghabiskan bronis yang ada dipiringnya. Dia memang menyukai bronis. Dia malah
minta nambah ke bunda. Dan bunda selalu senang jika melihat bronisnya
dihabiskan. Apalagi melihat cara makannya yang begitu lahap seperti org yang
sudah seminggu tidak makan. Aku memang kurang menyukai bronis. Aku lebih menyukai
tar. Tapi karena dominan dirumah menyukai bronis plus ikdan juga, makanya
sering sekali bunda buat bronis
ketimbang tar. Aku memang harus mengalah.
Bersambung...
Komentar
Posting Komentar